24 Feb

Strategi Dan Rahasia Menembus Dunia Kerja


Sabtu, 22 Februari - 2020. Restu Bagus Wicaksono, CEO dari KarirCare memandu langsung jalannya acara KarirTalk yang berlangsung di Ayookopi Iron Samurai. KarirCare merupakan wadah  yang berisi kegiatan sharing rutin yang disampaikan oleh praktisi yang aktif dan berpengalaman di dunia kerja. Tujuannya untuk membimbing persoalan karier dan saling menceritakan pengalaman pada dunia kerja.  

Acara ini dihadiri sekitar 50 orang, dengan latar belakang berbeda-beda. Beberapa merupakan pegawai perusahaan yang sudah bekerja cukup lama dan ada pula para lulusan-lulusan baru dari dunia perkuliahan yang sedang menggali informasi terkait kehidupan di dunia kerja.  

KarirTalk yang mengangkat judul “Strategi dan Rahasia Menembus Dunia Kerja” ini telah memasuki pertemuan keenam, dengan pembicara Eddy Sulistiyo yang sudah berpengalaman di dunia Human Resources (HR) lebih dari 16 tahun dan Egis Tubagus, sebagai Passionate Trainer and People Development Practitioner. Kegiatan yang disponsori langsung oleh KGXpress ini berlangsung sangat menarik dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi. Terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan dan diskusi dengan pembicara. 

Eddy Sulistiyo dalam kesempatannya menyampaikan materi tentang cara menjawab pertanyaan HR pada sesi interview. Beliau juga menyampaikan bahwa proses interview merupakan proses menceritakan kompetensi dan pengalaman seorang pelamar pada masa lampau untuk meyakinkan seorang perekrut terhadap kemampuan pelamar. Maka sebagai seorang pelamar, jawablah setiap pertanyaan dari perekrut dengan jujur.  

Eddy juga membagikan tips menghadapi perekrut dalam tahap interview dengan formula S.T.A.R, “S.T.A.R adalah singkatan dari Situation Task Action Result. Seorang pelamar harus mampu menceritakan pengalamannya dalam menghadapi situasi masalah tertentu serta peran dan aksinya dalam menyelesaikan masalah tersebut dan ditutup dengan hasil yang didapat,” ujarnya. Dengan mengaplikasikan formula ini, proses interview tidak akan berlangsung lama, namun seorang HR sudah dapat menilai kompetensi seorang pelamar secara menyeluruh. 

Pada kesempatan berikutnya, Egis Tubagus menyampaikan bahwa hobi berbeda dengan passion. Hobi adalah sesuatu hal yang seseorang senangi di luar dari aktivitas rutinnya sedangkan passion akan muncul ketika seseorang sudah mendalami apa yang sudah lama ia kerjakan. Jadi bukan passion dulu baru mencari dan menjalani pekerjaan yang kita sukai, tetapi dengan menjalankan pekerjaan terlebih dahulu hingga menjadi mahir dan terbiasa maka muncullah sebuah passion di dalam hidup,  

Egis menceritakan pengalamannya dahulu tidak bisa menguasai program Microsoft Excel, namun karena pekerjaannya sehari-hari membutuhkan program tersebut, akhirnya beliau menguasai Excel dan merasa memiliki passion pada Excel, “maka dari itu, Don’t Follow Your Passion!” ungkapnya tegas, mengutip buku karangan Cal Newport dengan judul Don’t Follow Your Passion. Kesempatan bukan untuk ditunggu, tetapi untuk diciptakan. Ciptakan awareness tentang diri kita untuk mengetahui bakat dalam diri sendiri. 

Tinggalkan Komentar

*