26 Sep

Mengenal Iklim Logistik Maritim


Tujuan utama logistik adalah untuk meminimalkan biaya perusahaan dan memaksimalkan kepuasan pelanggan dengan mengoordinasikan arus bahan dan informasi dengan cara yang paling efisien dan dengan menyediakan layanan kepada pelanggan secara tepat waktu dan dengan harga yang terjangkau.

Transportasi maritim sebagai salah satu komponen utama dari sistem logistik bertanggung jawab untuk membawa dan menanganin kargo di lautan dan akibatnya menghubungkan transportasi laut yang tersebar luas antara produsen dan pelanggan.

Logistik maritim tidak hanya melibatkan dalam kegiatan yang berkaitan dengan transportasi laut seperti pengiriman, pelayaran laut, pengangkutan kargo dan bongkar muat, tetapi juga layanan logistik lainnya seperti penyimpanan, pergudangan, manajemen persediaan, menawarkan pusat distribusi, kualitas kontrol, pengujian, perakitan, pengemasan, repacking, repairing, koneksi darat dan penggunaan ulang.

Tata kelola geopolitik Nusantara bertujuan membentuk centrifugal and centripetal force kawasan regional dan global. Proses penguatannya dapat ditempuh melalui integrasi antar-sistem distribusi/logistik nasional: pos, transportasi/multimoda, pembayaran/perbankan, dan telematika. Output-nya mengurai kompleksitas masalah logistik dan kemaritiman.

Ke depan, implementasi milestone Sislognas dan MP3EI 2011-2025 perlu akselerasi-konstruktif dalam manajemen kemaritiman nasional. Tujuannya untuk membangun logistics maritime backbone yang men-drive ketahanan ekonomi kerakyatan berbasis daya saing secara progresif, stabil, dan berkelanjutan.

Konstruksi logistics maritime backbone berpijak pada sistem ketahanan nasional dalam kesederajatan security dan prosperity approach. Konstruksi ini dibangun secara simultan untuk memperoleh benefit yang saling melengkapi dan saling menguatkan terkait kekuatan maritim dan pemerataan kemakmuran.

Data dari Kemenhub tahun 2020, angkutan darat masih mendominasi aktivitas logistik mencapai lebih dari 90%, angkutan via laut lebih dari 5%, dan angkutan via udara kurang dari 1%.

Supply Chain Indonesia (SCI) menyebut peningkatan tersebut harus diikuti dengan peningkatan efisiensi biaya logistik. Seperti diketahui, biaya logistik di Indonesia mencapai 23 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan sekitar 2,8% merupakan biaya logistik laut.

TOL LAUT

Prinsip program tol laut adalah mempermudah ketersediaan (availability), kemudahan akses konektivitas pengiriman (accessibility), dan disparitas harga barang kebutuhan yang lebih terjangkau oleh masyarakat (affordability).

“Untuk menjadi bangsa yang kuat sentosa dan sejahtera kita harus menjadi bangsa bahari, bangsa pelaut. Camkan, laksanakan dan jadikan realita kehidupan” Ir. Soekarno (Presiden Pertama RI).

Tinggalkan Komentar

*