27 Sep

Truk Listrik Alternatif Masa Depan


Dengan maraknya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan lingkungan, berbagai inovasi diciptakan untuk menghemat sumber daya alam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu inovasi tersebut ada pada sektor otomotif atau kendaraan dengan adanya inovasi truk listrik. Dengan fitur yang menjunjung tinggi energi keberlanjutan, truk listrik dapat menggantikan truk diesel yang kini masih digunakan oleh masyarakat.

Beberapa perusahaan otomotif seperti Tesla, Mitsubishi, Isuzu, Mercedes Benz, Hino hingga Toyota berlomba mengembangkan variasi produk kendaraan listriknya.

Berikut adalah kelebihan dari truk listrik:

     1. Sumber energi alternatif

Tidak seperti truk diesel yang perlu ke stasiun pompa untuk mengisi bahan bakar, truk listrik dapat memanfaatkan berbagai energi yang ada disekitarnya, seperti matahari. Dengan fitur ini, pemakaian truk listrik menjadi lebih hemat dibandingkan dengan truk diesel pada umumnya. Terlebih dari itu, dengan memanfaatkan energi alternatif, truk listrik juga berperan dalam mengurangi penghasilan gas polusi yang dihasilkan oleh truk diesel.

     2. Jam kerja yang lebih efisien

Tidak seperti truk diesel yang hanya dapat beroperasi di beberapa waktu karena kebisingannya, truk listrik memiliki jam terbang yang lebih fleksibel karena tidak mengeluarkan suara sebising truk diesel. Lantas, truk listrik dapat berpengaruh dalam efisiensinya sebuah bisnis

     3. Daya Tahan Baterai

Mitsubishi Fuso Indonesia memperkenalkan eCanter truk listrik pertama di dunia. Truk listrik ini memiliki teknologi yang canggih yang diklaim mampu menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer dalam sekali pengisian daya. Selain ramah lingkungan, truk listrik ini diklaim hemat biaya dan ekonomis bagi penggunanya. Truk ini memiliki kapasitas muatan hingga 3,5 ton.

Bahkan pada sebuah perusahaan tambang di Swiss, mengoperasikan truk listrik terbesar di dunia dengan kapasitas mencapai 110 ton.

Dikutip dari greencarreports.com, truk Elektro Dumper atau eDumper ini tidak membutuhkan pengisian daya dalam pengoperasiannya. Saat melewati turunan area tambang, truk mendapatkan energi listrik dari regenerative breaking system. Regenerative breaking system mampu mengubah energi kinetik saat pengereman menjadi energi listrik yang mampu mengisi baterai truk.

     4. Potensi V2G

V2G adalah teknologi yang memungkinkan energi didorong kembali ke jaringan listrik dari baterai kendaraan listrik. Dengan V2G, truk listrik dapat berfungsi sebagai unit penyimpan energi dikarenakan baterai yang ada pada truk tersebut. Baterai tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pertolongan setelah terjadinya bencana seperti badai, banjir, atau kebakaran hutan.

 

Salah satu alasan utama dari produksi truk listrik ini adalah isu lingkungan. Emisi yang dihasilkan oleh kendaraan konvensional berbahan bakar minyak menjadi faktor penguat dalam peralihan ini.

Dilansir dari tirto.id Luke Tonachel dari Natural Resources Defense Council -sebuah organisasi lingkungan di Amerika Serikat menyatakan perkembangan kendaraan listrik ini dapat memberi dampak positif tak hanya pada lingkungan tetapi juga pada bisnis pengiriman logistik karena mampu menghemat pengeluaran biaya untuk bahan bakar.

Alasan lain para produsen otomotif mengembangkan truk listrik adalah kebutuhan akan perpindahan logistik di kota-kota besar. Kini ada konsep baru terkait penyaluran logistik yang dikenal dengan Urban Logsitics Concepts.

Rancangan ini didasarkan para perkiraan kebutuhan penduduk kota yang diproyeksikan akan meningkat karena banyaknya orang yang akan tinggal di kota dibandingkan di pedesaan. Diperkirakan pada tahun 2030 sekitar 60 persen penduduk dunia adalah warga kota dengan populasi sekitar 1-10 juta penduduk per kota. Maka dari itu, kebutuhan terhadap kendaraan penyalur logistik tentu akan semakin tinggi.

Tinggalkan Komentar

*