30 Dec

KGX Dukung SMKN 4 Kota Malang Kuatkan Kompetensi Siswa Dan Kurikulum


Dilansir dari laman suryamalang.com, SMKN 4 Malang melakukan PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan sejumlah dunia industry (dudi) di aula sekolah, Jumat sore (24/12/2021) lewat tajuk ‘Link and Super Match’.

Sebelum PKS, dudi terlibat dalam penyelarasan kurikulum di sekolah di tiap program keahlian pada Kamis (23/12/2021) dan menjadi guru tamu.

“Kerja sama dengan dudi banyak. Kita memilih dudi yang kapabilitasnya dibutuhkan sekolah dan membawa visi misi sekolah. Terutama dalam merancang pembelajaran berbasis ptoyek di sekolah,” jelas Gunawan Dwiyono, Kepala SMKN 4 Kota Malang pada suryamalang.com seusai kegiatan.

Untuk itu, pada masing-masing kompetensi keahlian dipilih dua dudi untuk mengarahkan pada siswa.

Di SMKN 4 ada Sembilan program keahlian.

Petrus Supatno dari PT Sirkulasi Kompas Gramedia (KGX) adalah salah satu dudi yang menjadi mitra PKS SMKN 4.

SMKN 4 Malang

“Hari ini saya menjadi guru tamu di program keahlian Logistik. Kemarin, Kamis juga dilibatkan dalam penyelarasan kurikulum untuk Logistik,” jelas Patno pada suryamalang.com.

Saat jadi guru tamu, ia mengangkat tema ‘Logistic and Job Opportunity’.

Ia menjelaskan bagaimana revenue dari logistik pada skala nasional dan internasional.

“Logistik ini berkaitan dengan e-commerce karena sangat membantu pengiriman barang,” kata dia.

Tingkat pertumbuhan e-commerce di Indonesia dan dunia juga disampaikan.

“Anak-anak program keahlian Logistik pasti juga ingin tahu peluang kerjanya bagaimana. Saya juga sampaikan serapan tenaga kerja di dunia logistic dan e-commerce,” paparnya.

Dikatakan, bisnis e-commerce sedang naik luar biasa saat pandemi.

SMKN 4 Malang - KGX

Ia melihat siswa antusias. Ia juga menilai sekolah memiliki visi ke depan sehingga berani membuka program keahlian Logistik di SMKN 4 Malang ini.

Di Kota Malang, program keahlian Logistik baru ada di SMKN 4.

 

Pusat Keunggulan (PK)

Sedang Sukardi, Pengawas SMK di acara itu menjelaskan apa yang perlu dikerjakan SMK dengan dudi pada SMK yang terpilih Kemendikbud sebagai PK. SMKN 4 dipilih sebagai PK Mekatronika.

Namun Gunawan ingin program keahlian yang ada di SMK ini menjadi unggulan semua.

“Target dari SMK pusat keunggulan ada empat. Yaitu diharapkan peserta didik harus memiliki karakter yang kuat dengan karakter profil pelajar Pancasila. Dengan adanya PK, lulusannya nanti kompetensinya lumayan. Target kedua, siswa bisa berwirausaha karena kondisi dunia kerja sedang sulit,” jelasnya.

Maka anak-anak harus berwirausaha dulu dengan memiliki karakter kuat. Jika tidak punya jiwa wirausaha yang kuat, maka bisa bekerja sesuai dengan bidangnya atau melanjutkan pendidikan tinggi.

Dengan adanya PK, maka industi jadi keluarga. Kurikulum harus dirancang bareng dengan dudi,” kata dia.

Pembelajarannya harus berbasis proyek, yaitu barang dan jasa.

Jika berupa barang, maka menerima order dulu dari dudi. Juga ada siswa magang di dudi.

Di era SMK PMK, maka implementasi praktik di dudi hanya enam bulan yaitu di semester akhir (enam).

Siswa memiliki bekal kompetensi yang cukup dan fokus magang karena tugas-tugas sekolah sudah diselesaikan semua.

Selain itu, guru produktif juga harus magang dudi pasangannya.

Hal ini karena adanya kecepatan di dudi dibanding di sekolah. Contohnya soal peralatan.

Maka guru wajib magang industri.

Puncaknya ada sertifikasi dari dudi apakah siswa berkompeten atau tidak.

Dalam kerja sama dengan dudi juga diharapkan sebgai lokasi magang siswa serta bisa menerima CSR dari perusahaan atau merekrut siswanya sebagai pegawainya.

Tinggalkan Komentar

*